Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPC Forum Cakar Sriwijaya Palembang Minta Publik Tak Terjebak Video Viral, Telusuri Fakta Sebenarnya

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T14:09:30Z

Bongkarjejak.com, PALEMBANG – Ketua DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang, Edi Medan, meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait video viral yang memperlihatkan pengusaha Junaidi alias Ajun diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga.


Menurut Edi, publik perlu melihat peristiwa tersebut secara utuh dan tidak hanya berfokus pada potongan video yang beredar di media sosial. Ia menilai, terdapat rangkaian kejadian yang melatarbelakangi insiden tersebut dan perlu diungkap agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang.


Edi menyampaikan pernyataan tersebut di Palembang, menyusul ramainya perbincangan publik mengenai video yang viral dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa harus dilihat berdasarkan fakta dan kronologi lengkap, bukan hanya dari cuplikan video berdurasi singkat.


Menurutnya, berdasarkan informasi yang beredar serta laporan yang telah masuk ke pihak kepolisian, terdapat dugaan penggelapan kendaraan operasional milik PT Catur Putra Manggala yang disebut menjadi awal mula persoalan.


"Jangan karena sebuah video viral, lalu semua orang mendadak menjadi hakim. Publik harus mengetahui apa yang terjadi sebelum video itu direkam. Jika memang ada dugaan penggelapan kendaraan yang telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian, maka fakta tersebut juga perlu disampaikan kepada masyarakat," ujar Edi Medan.


Edi menilai pembentukan opini publik yang hanya bersandar pada potongan video dapat menimbulkan persepsi yang tidak utuh dan berpotensi merugikan pihak tertentu sebelum proses hukum selesai.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi sepihak.


"Jika ingin mencari kebenaran, maka seluruh fakta harus dibuka secara terang-benderang. Jangan hanya melihat akibatnya, tetapi abaikan penyebabnya. Masyarakat berhak mengetahui kronologi secara lengkap," katanya.


Meski mengaku mengenal Ajun sebagai salah satu pendiri Forum Cakar Sriwijaya Sumsel yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Edi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak bermaksud membela pihak tertentu dan tetap menghormati proses hukum yang berlaku.


"Kami tidak sedang membela siapa pun. Kami hanya meminta agar keadilan ditegakkan secara menyeluruh. Jika ada pelanggaran hukum, silakan diproses sesuai ketentuan. Namun apabila terdapat pihak lain yang juga diduga melakukan tindak pidana, maka harus diproses secara adil tanpa memandang apakah kasus tersebut viral atau tidak," tegasnya.


Lebih lanjut, Edi meminta aparat penegak hukum bertindak profesional, objektif, dan independen dalam menangani perkara tersebut. Ia berharap penyelidikan dilakukan terhadap seluruh rangkaian peristiwa sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


"Jangan sampai hukum kalah oleh viralitas. Polisi harus mengusut seluruh rangkaian kejadian dari awal hingga akhir. Siapa yang bersalah harus bertanggung jawab, dan siapa yang benar harus mendapatkan perlindungan hukum. Jangan ada tebang pilih dan jangan ada fakta yang disembunyikan," ujarnya.


DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang berharap aparat kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut secara transparan dan profesional agar masyarakat memperoleh kejelasan serta tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi.


Edi juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum sebelum memberikan penilaian terhadap pihak-pihak yang terlibat.


"Kebenaran tidak lahir dari potongan video, melainkan dari penyelidikan yang objektif dan berdasarkan fakta hukum yang lengkap," tutup Edi Medan.
×
Berita Terbaru Update