Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Kebal Hukum! Gudang BBM Ilegal di Ogan Ilir Beroperasi Terang-terangan, Aparat Diminta Jangan Lagi Tutup Mata

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-21T06:33:50Z


bongkarjejak.com, OGAN ILIR – Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali menjadi sorotan tajam. Sebuah gudang yang diduga dikelola oleh Jodi bersama kelompoknya (CS) di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, disebut masih beroperasi secara terang-terangan tanpa terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi media, aktivitas di lokasi tersebut diduga berlangsung hampir selama 24 jam. Keluar-masuk kendaraan yang diduga mengangkut BBM disebut menjadi pemandangan yang tidak asing bagi warga sekitar. Lokasinya yang berada di tepi jalan lintas membuat aktivitas tersebut diduga dapat disaksikan dengan mudah oleh masyarakat yang melintas.


Apabila informasi tersebut benar, publik pun mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka dalam kurun waktu yang tidak singkat belum juga berujung pada tindakan hukum. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan dan keseriusan aparat dalam memberantas dugaan praktik BBM ilegal yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.


Sejumlah sumber menyebut operasional gudang itu diduga dikendalikan oleh seseorang bernama Joe, sementara aktivitas di lapangan diduga dijalankan oleh orang-orang kepercayaannya. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi oleh aparat penegak hukum.


Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran karena aktivitas di lokasi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.


"Kalau memang aparat serius memberantas mafia BBM, seharusnya aktivitas seperti ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Gudangnya diduga berada di pinggir jalan, aktivitasnya disebut hampir setiap hari. Masyarakat bisa melihat, masa aparat tidak mengetahui? Kami hanya meminta hukum ditegakkan tanpa pandang bulu," ujar narasumber.


Narasumber lain juga mendesak aparat agar tidak membiarkan berbagai dugaan berkembang tanpa kepastian hukum.


"Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan hasil pemeriksaannya secara terbuka kepada masyarakat. Tapi kalau benar ada praktik ilegal, jangan ragu menindak siapa pun yang terlibat. Jangan sampai muncul stigma bahwa mafia BBM lebih kuat daripada hukum," tegasnya.


Di tengah berbagai informasi yang beredar, muncul pula dugaan adanya pembiaran maupun perlindungan dari oknum tertentu terhadap aktivitas tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, dugaan itu belum dapat dibuktikan dan belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun dari pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.


Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya instansi yang memiliki kewenangan, segera turun langsung melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang seolah kebal terhadap hukum.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan penyalahgunaan distribusi BBM tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, serta mencederai kepercayaan publik terhadap supremasi hukum.


Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari Jodi, Joe, maupun aparat penegak hukum yang berwenang. Demi menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan asas keberimbangan, setiap klarifikasi atau hak jawab dari pihak yang disebut akan dimuat secara proporsional pada pemberitaan selanjutnya.

×
Berita Terbaru Update