Persoalan tersebut sebelumnya diberitakan oleh Liputan 6/SCTV. Dalam pemberitaan itu, warga disebut mempersoalkan dugaan pembuangan limbah lemak yang dinilai tidak sesuai prosedur. Warga bahkan meminta operasional dapur dihentikan sementara hingga persoalan lingkungan tersebut mendapat penanganan.
Pemerintah Kecamatan juga disebut akan melakukan pengecekan terhadap dapur SPPG yang dipersoalkan.
Atas informasi tersebut, Bongkarjejak.com akan melakukan penelusuran lanjutan secara independen untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Investigasi akan diarahkan pada sejumlah pertanyaan penting: ke mana limbah dapur dialirkan, bagaimana sistem pengolahan limbah yang digunakan, apakah tersedia dan berfungsi fasilitas seperti grease trap atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta apakah pengelolaan tersebut telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Bongkarjejak.com juga akan meminta keterangan dari pengelola SPPG, warga sekitar, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lingkungan.
Bongkarjejak.com tidak akan mengambil kesimpulan sebelum memperoleh fakta dan keterangan dari seluruh pihak.
Rilisan ini menjadi tahap awal penelusuran. Jika ditemukan fakta baru, dokumen, hasil pemeriksaan pemerintah, maupun keterangan resmi dari pihak terkait, Bongkarjejak.com akan menyampaikannya secara berimbang kepada publik.
Benarkah pengelolaan limbah dapur SPPG tersebut telah sesuai prosedur? Atau masih ada persoalan yang belum terselesaikan?
