Notification

×

Iklan

Iklan

Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T12:26:25Z

BONGKARJEJAK, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) buka suara terkait isu Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat bakal menjadi pangkalan udara militer Amerika Serikat (AS). Hal itu menyusul rencana kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat untuk memanfaatkan bandara tersebut sebagai bengkel internasional pesawat Hercules/C-130.

“Tidak benar,” ujar Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kamis (28/5/2026).

Dia menjelaskan, dalam kerja sama tersebut yang dibahas adalah peluang pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat Hercules/C-130 dalam konteks penguatan industri aviasi dan pertahanan nasional, bukan pembangunan pangkalan militer asing di Indonesia.

“Seluruh proses tetap mengedepankan kedaulatan Indonesia, hukum nasional, dan kepentingan nasional. Sampai saat ini pun pembahasannya masih pada tahap penjajakan dan belum ada keputusan final terkait implementasinya,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengan Komisi I DPR pada Selasa, 19 Mei 2025 mengungkap pertemuannya dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth pada tahun lalu.

"Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN, dia menawarkan bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami," katanya.

Sjafrie mengaku tidak langsung menjawab tawaran itu dan melaporkannya ke Presiden Prabowo Subianto. "Saya lapor Bapak Presiden, kasih Kertajati. Kita sedang bekerja untuk itu," katanya.
×
Berita Terbaru Update